Membangun citra kesalehan sering kali ditujukan untuk mendapatkan pujian manusia. Penampilan luar yang tampak religius bisa jadi hanya kedok manis yang menyembunyikan karakter asli yang jauh dari nilai-nilai agama. Fenomena dualitas kepribadian ini perlu kita waspadai agar tidak tertipu. Lantas, bagaimanakah cara mengetahui jati diri seseorang yang sebenarnya?

Anas radhiyallahu ‘anhu menceritakan bagaimana sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapnya selama ia menjadi pembantu beliau.
Ia berkata: “Aku menjadi pembantu Nabi selama 10 tahun, namun beliau tidak pernah sekalipun mengucapkan kata ‘Ah!’ kepadaku.”
Bahkan sekadar kata “Ah!”—yakni ungkapan kekesalan yang paling ringan—tidak pernah Anas dapati dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Nabi juga tidak pernah menegur: ‘Mengapa kamu melakukan ini?’ atau ‘Mengapa kamu tidak melakukan itu?'”
Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok yang baik dan mulia akhlaknya.
Ada sebuah ungkapan: Jika Anda ingin mengetahui
akhlak dan tabiat asli seseorang,
janganlah menilai dari sikapnya kepada tokoh terpandang atau para pembesar.
Namun, lihatlah bagaimana sikapnya terhadap pembantunya.
Siapa yang bersikap baik kepada pembantunya,
maka itu pertanda bahwa akhlak mulia memang sudah menjadi tabiat aslinya.
Sebaliknya, jika ia bersikap buruk kepada pembantu, meski ia tampak baik di hadapan orang lain,
maka itu artinya ia bukan benar-benar memiliki akhlak yang mulia.
Jadi, apabila Anda mendapati seseorang yang berakhlak mulia terhadap pembantunya,
maka sudah pasti sikapnya kepada orang lain akan jauh lebih baik lagi.
Apa yang diceritakan Anas ini bukanlah hal yang mengherankan, sebab Allah Ta’ala
telah memuji Nabi yang agung ini dengan firman-Nya: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS. Al-Qalam: 4).
Jika Tuhan semesta alam saja memuji beliau demikian, maka tidaklah mengherankan
apa yang dikisahkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu wa ardhahu.
Cukup sampai di sini pembahasan kita.

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)