Munculnya perasaan cemas dan sedih yang datang secara tiba-tiba sering menjadi kabut tebal yang menyelimuti keceriaan hari-hari kita. Kondisi batin yang tidak menentu ini perlahan bisa merenggut kenikmatan hidup, membuat segala pencapaian terasa hambar dan tidak bermakna. Akan tetapi, kita tidak boleh membiarkan diri larut dalam ketidakpastian tersebut karena setiap gejolak emosi sejatinya adalah sinyal agar diperhatikan. Sangat penting bagi kita untuk menelusuri akar permasalahannya.

Di antara musuh terbesar di zaman kita sekarang ini adalah ponsel pintar (gadget).
Membuang-buang waktu.
Membuat jiwa menjadi sedih,
serta memperbanyak kegelisahan.
Sering kali ia menampilkan hal-hal yang jauh dari realitas yang sebenarnya.
Orang yang sudah kecanduan menatap layar ponsel ini,
sebenarnya, waktunya telah terbuang sia-sia.
Tanpa terasa, satu, dua, hingga tiga jam berlalu hanya untuk menggulirkan (scrolling) layar ponselnya.
Hal ini pun memicu rasa cemas yang mendalam,
karena menyajikan berbagai berita yang mungkin benar, tapi ia tidak memiliki kuasa apa pun atas peristiwa tersebut.
Bisa jadi pula berita-berita itu bohong, dan mayoritas memang berisi kebohongan,
melahirkan banyak kegelisahan.
Bahkan sebenarnya, apa yang ditampilkan sering kali berbeda dengan kenyataannya.
Orang yang terus-menerus mengonsumsi informasi di media sosial
akan mengira bahwa kerusakan telah merajalela pada mayoritas manusia.
Padahal jika Anda berjumpa langsung dengan masyarakat, Anda akan mendapati masih banyak kebaikan di tengah mereka, alhamdulillah.
Anda akan mendapati bahwa para pengikut jalan sunah masih sangat banyak.
Alhamdulillah.
Oleh karena itu, saudara-saudaraku, sebuah kesalahan besar jika Anda menghakimi sebuah negara
hanya berdasarkan opini orang-orang yang bersuara di media sosial dari negara tersebut.
Sebagian orang berkata, “Penduduk negara itu sudah sesat,”
hanya karena melihat segelintir orang yang menulis di media sosial.
Mereka menuliskan fitnah dan menampakkan kesesatannya.
Lalu ia mencap hal itu pada seluruh penduduk negara tersebut.
Padahal, sekiranya Anda berjumpa langsung dengan penduduk negara itu,
Anda pasti mendapati bahwa mayoritas dari mereka adalah orang-orang baik,
atau setidaknya, masih banyak kebaikan pada diri mereka.
Maksud saya, mereka masih berpegang teguh di atas jalan sunah.
Maka dari itu, berhati-hatilah! Bentengilah celah hati dan waktu Anda
dari “musuh baru” ini,
yaitu media-media sosial,
dan gadget yang Anda bawa ini.
Dahulu, jika Anda perlu sesuatu, Anda harus beranjak dan pergi mencarinya. Sekarang, semuanya ada di tangan dan saku Anda.
Bahkan ketika Anda sedang di masjid sekalipun.
Gunakanlah ia untuk kebaikan!
Waspadalah, jangan biarkan ia memangsa kejernihan hati Anda,
atau memangsa waktu Anda.

***

مِنْ أَعْظَمِ الْأَعْدَاءِ فِي زَمَانِنَا هَذَا الْهَاتِفُ النَّقَّالُ
مَاضٍ عَلَى الْوَقْتِ
وَمَحْزَنٌ لِلنَّفْسِ
وَمُكْثِرٌ لِلْهُمُومِ
وَيُظْهِرُ خِلَافَ الْوَاقِعِ
الَّذِي يُدْمِنُ النَّظَرَ فِي هَذَا الْهَاتِفِ
فِي الْحَقِيقَةِ يَضِيعُ وَقْتُهُ
تَجِدُ أَنَّهَا تَمُرُّ سَاعَةٌ وَسَاعَتَانِ وَثَلَاثَةٌ وَهُوَ يُقَلِّبُ فِي هَذَا الْهَاتِفِ
وَيُسَبِّبُ الْهَمَّ
لِأَنَّهُ يَعْرِضُ عَلَى الْإِنْسَانِ أَخْبَارًا قَدْ تَكُونُ صَحِيحَةً وَالْإِنْسَانُ لَا يَمْلِكُ فِيهَا شَيْئًا
وَقَدْ تَكُونُ مَكْذُوبَةً وَأَكْثَرُهُ كَذِبٌ
يُكْثِرُ الْهُمُومَ
وَهُوَ فِي الْحَقِيقَةِ يُخْبِرُ عَنْ خِلَافِ الْوَاقِعِ
الَّذِي يَقْرَأُ وَسَائِلَ يَقْرَأُ فِي هَذِهِ الْوَسَائِلِ
يَظُنُّ أَنَّ الْفَسَادَ غَالِبٌ عَلَى النَّاسِ
بَيْنَمَا إِذَا قَابَلْتَ النَّاسَ وَجَدْتَ الْخَيْرَ كَثِيرًا بِحَمْدِ اللَّهِ
وَجَدْتَ الَّذِي مَعَ أَهْلِ السُّنَّةِ كُثُرٌ
بِحَمْدِ اللَّهِ
وَلِذَلِكَ يَا إِخْوَةُ مِنَ الْخَطَأِ أَنْ تَحْكُمَ عَلَى بَلَدٍ
بِالَّذِينَ يَتَكَلَّمُونَ فِي وَسَائِلِ التَّوَاصُلِ مِنْ ذَلِكَ الْبَلَدِ
بَعْضُ النَّاسِ يَقُولُ بَلَدُ كَذَا أَهْلُ فِتْنَةٍ
لِأَنَّهُ رَأَى أَنَّ عَدَدًا يَكْتُبُونَ فِي وَسَائِلِ التَّوَاصُلِ
يَكْتُبُونَ بِالْفِتَنِ وَيُظْهِرُوْنَ بِالْفِتَنِ
فَيَنْسِبُ هَذَا إِلَى أَهْلِ الْبَلَدِ
أَنْتَ لَوْ قَابَلْتَ أَهْلَ الْبَلَدِ حَقِيقَةً
لَوَجَدْتَ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ عَلَى خَيْرٍ
أَوْ كَثِيرًا مِنْهُمْ عَلَى خَيْرٍ
أَقْصِدُ الَّذِينَ يَعْرِفُونَ السُّنَّةَ
فَهَذَا فِي الْحَقِيقَةِ انْتَبِهْ رَابِطْ عَلَى ثَغْرِ قَلْبِكَ وَوَقْتِكَ
مِنْ هَذَا الْعَدُوِّ الْجَدِيدِ
وَسَائِلِ التَّوَاصُلِ
وَهَذَا الْهَاتِفُ الَّذِي تَحْمِلُهُ مَعَكَ
الأَوَّلُ كُنْتَ تَحْتَاجُ أَنْ تَقُومَ وَتَذْهَبَ لِلشَّيْءِ الْآنَ فِي يَدِكَ فِي جَيْبِكَ
حَتَّى وَأَنْتَ فِي الْمَسْجِدِ
اسْتَعْمِلْهُ فِي الْخَيْرِ
وَاحْذَرْ أَنْ يَقْتَنِصَ قَلْبَكَ
أَوْ يَقْتَنِصَ وَقْتَكَ

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)