Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah. Suasana Ramadhan sangat mendukung bagi setiap muslim untuk lebih giat dalam beribadah. Setiap amalan yang dilakukan bahkan mempunyai nilai yang lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Karena itu, Ramadhan seharusnya dimanfaatkan dengan penuh kesungguhan, bukan sekadar dijalani sebagai rutinitas tahunan.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam yang paling sempurna bagi Rasul yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta.
Juga bagi keluarga dan seluruh sahabat beliau. Amma ba’du:
Wahai saudara-saudari sekalian!
Sungguh ada seruan agung
yang dikumandangkan sejak malam pertama bulan Ramadan
hingga malam terakhir di bulan Ramadan.
Ada penyeru dari langit yang berseru:
“Wahai pencari kebaikan, sambutlah!”
“Wahai pencari keburukan, berhentilah!”
Wahai pencari kebaikan!
Wahai Anda yang menginginkan kebaikan bagi diri sendiri,
wahai Anda yang menginginkan kebaikan bagi keluarga,
wahai Anda yang menginginkan kebaikan bagi masyarakat Anda,
sambutlah!
Inilah bulan kebaikan.
Inilah bulan yang penuh dengan kebaikan.
Inilah bulan yang penuh keberkahan.
Jika Anda tidak mendekat di bulan ini, lalu kapan lagi?
Jika Anda berpaling di bulan ini, lalu kapan lagi Anda akan berjalan menuju Tuhan Anda?
Sambutlah seruan ini!
Dan wahai pencari keburukan, berhentilah!
Sebab, Anda sedang dibantu untuk melawan hawa nafsu,
dan dibantu melawan godaan setan.
Maka tinggalkanlah keburukan,
dan bulatkanlah tekad untuk menjauhinya.
Serta bertawakallah kepada Tuhan Anda!
Demi Allah, inilah bulan di mana kita mendapatkan pertolongan!
Sungguh pada bulan ini, seorang hamba mendapat pertolongan
untuk menjalankan ketaatan kepada Allah dan amal-amal kebaikan.
Seorang hamba juga mendapatkan pertolongan
untuk meninggalkan kemaksiatan.
Oleh sebab itu,
ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menaiki mimbar,
saat beliau menaiki anak tangga pertama, beliau mengucapkan “Amin”.
Saat menaiki anak tangga kedua, beliau juga mengucapkan “Amin”.
Dan saat menaiki anak tangga ketiga, beliau kembali mengucapkan “Amin”.
Setelah turun dari mimbar, beliau bersabda kepada para sahabat—semoga ayah, ibu, dan seluruh manusia menjadi tebusan baginya:
Para sahabat radhiyallahu ‘anhum lalu bertanya: “Wahai Rasulullah,
sungguh engkau telah melakukan sesuatu
yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.”
Beliau menjawab: “Sungguh malaikat Jibril mendatangiku tadi,
lalu ia berkata: ‘Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadan,
tapi ia tidak diampuni. Katakanlah: Amin!’
Maka aku pun mengucapkan: ‘Amiin.'”
Allahu Akbar!
Sungguh merugi orang yang mendapati bulan Ramadan,
tapi ia tidak diampuni dosa-dosanya.
Mengapa ia sampai merugi sejauh itu?
Sebab di bulan Ramadan, seseorang dibantu untuk berbuat baik,
dan dibantu pula untuk menjauhi keburukan.
Dan dua hal ini termasuk sebab terbesar untuk meraih ampunan.
Maka ketika seseorang mendapati bulan Ramadan,
tapi ia tidak mengerjakan ketaatan kepada Allah,
serta tidak berhenti dari melakukan kemaksiatan kepada-Nya,
sehingga ia tidak mendapatkan ampunan, maka sungguh merugilah ia.
Siapa yang mendoakan? Jibril ‘alaihissalam.
Siapa yang mengaminkan? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Malaikat terbaik yang mendoakan,
dan Rasul terbaik yang mengaminkan.
Allahu Akbar! Betapa agungnya peristiwa tersebut!
Maka sepatutnya Anda merenungkan hal ini, wahai saudaraku,
dan Anda renungkan ini, wahai saudariku!
Mengapa doa ini dipanjatkan? Karena alasan yang telah kami jelaskan tadi.
Bahwa Ramadan adalah bulan di mana kita mendapatkan pertolongan,
sehingga kita harus bersungguh-sungguh
untuk mengarahkan diri kita menuju ketaatan kepada Allah.
Wahai pencari kebaikan, sambutlah!
Serta cegahlah diri kita dari melakukan kemaksiatan kepada Allah.
Wahai pencari keburukan, berhentilah!
Semoga Allah mengaruniakan kita semua kemudahan dalam beramal ketaatan,
serta menjaga kita dari buruknya kemaksiatan.
Serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang saleh.
Dan hanya Allah Ta’ala yang Maha Tinggi lagi Maha Mengetahui.
Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita.
***
الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ عَلَى الْمَبْعُوثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ أَمَّا بَعْدُ
فَمَعَاشِرَ الْإِخْوَةِ وَالْأَخَوَاتِ
إِنَّ نِدَاءً عَظِيمًا
يُنَادَى بِهِ مِنْ أَوَّلِ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ
إِلَى آخِرِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ
يُنَادِي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ
يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ
وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ
يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ
يَا مَنْ تُرِيدُ الْخَيْرَ لِنَفْسِكَ
يَا مَنْ تُرِيدُ الْخَيْرَ لِأَهْلِكَ
يَا مَنْ تُرِيدُ الْخَيْرَ لِمُجْتَمَعِكَ
أَقْبِلْ
فَهَذَا شَهْرُ الْخَيْرِ
هَذَا شَهْرُ الْخَيْرَاتِ
هَذَا شَهْرُ الْبَرَكَاتِ
إِنْ لَمْ تُقْبِلْ فِي هَذَا الشَّهْرِ فَمَتَى تُقْبِلُ
إِنْ أَعْرَضْتَ فِي هَذَا الشَّهْرِ فَمَتَى تَسِيرُ إِلَى رَبِّكَ
أَقْبِلْ
وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ
فَإِنَّكَ تُعَانُ عَلَى نَفْسِكَ
وَتُعَانُ عَلَى الشَّيَاطِينِ
فَاتْرُكِ الشَّرَّ
وَاعْزِمْ عَلَى تَرْكِهِ
وَتَوَكَّلْ عَلَى رَبِّكَ
فَهَذَا شَهْرُ الْإِعَانَةِ وَاللَّهِ
إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ يُعَانُ فِيهِ الْعَبْدُ
عَلَى طَاعَةِ اللَّهِ وَعَلَى الْخَيْرَاتِ
وَيُعَانُ فِيهِ الْعَبْدُ
عَلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي
وَلِذَلِكَ
لَمَّا رَقَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِنْبَرَ
فَلَمَّا صَعَدَ الدَّرَجَةَ الْأُولَى قَالَ آمِينَ
فَلَمَّا صَعَدَ الثَّانِيَةَ قَالَ آمِينَ
فَلَمَّا صَعَدَ الثَّالِثَةَ فَقَالَ آمِينَ
فَلَمَّا نَزَلَ فِدَاهُ أَبِي وَأُمِّي وَالنَّاسُ أَجْمَعِينَ
قَالَ لَهُ الصَّحَابَةُ رِضْوَانُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ
قَدْ فَعَلْتَ شَيْئًا
قَدْ فَعَلْتَ شَيْئًا
فَقَالَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَرَضَ لِي آنِفًا
فَقَالَ بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَهُ رَمَضَانُ
فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ قُلْ آمِينَ
فَقُلْتُ آمِينَ اللَّهُ أَكْبَرُ
اللَّهُ أَكْبَرُ
بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَهُ رَمَضَانُ
فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
لِمَاذَا بَعُدَ
لِأَنَّ الْإِنْسَانَ فِي رَمَضَانَ يُعَانُ عَلَى الْخَيْرِ
وَيُعَانُ عَلَى تَرْكِ الشَّرِّ
وَهَذِهِ مِنْ أَعْظَمِ أَسْبَابِ الْمَغْفِرَةِ
فَإِذَا أَدْرَكَ الْإِنْسَانُ رَمَضَانَ
وَلَمْ يُقْبِلْ عَلَى طَاعَةِ اللَّهِ
وَلَمْ يَنْتَهِ عَنْ مَعْصِيَةِ اللَّهِ
فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ بَعُدَ
مَنِ الَّذِي دَعَا؟ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ
وَمَنِ الَّذِي أَمَّنَ؟ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَفْضَلُ الْمَلَائِكَةِ دَعَا
وَأَفْضَلُ الرُّسُلِ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ أَمَّنَ
اللَّهُ أَكْبَرُ مَا أَعْظَمَهُ مِنْ مَقَامٍ
يَنْبَغِي أَنْ تَتَفَكَّرَ يَا أَخِي
وَأَنْ تَتَفَكَّرِي يَا أُخْتِي
لِمَا كَانَ هَذَا الدُّعَاءُ لِمَا ذَكَرْنَاهُ
أَنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ هُوَ شَهْرُ الْإِعَانَةِ
فَيَنْبَغِي أَنْ نَجْتَهِدَ
فِي قَوْدِ أَنْفُسِنَا إِلَى طَاعَةِ اللَّهِ
فَيَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ
وَمَنْعِ أَنْفُسِنَا عَنْ مَعْصِيَةِ اللَّهِ
وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ
رَزَقَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمُ الطَّاعَاتِ
وَكَفَانِي وَإِيَّاكُمْ شَرَّ الْمَعَاصِي
وَجَعَلَنِي وَإِيَّاكُمْ مِنْ عِبَادِهِ الصَّالِحِينَ
وَاللَّهُ تَعَالَى أَعْلَى وَأَعْلَمُ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا وَسَلَّمَ
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














