Keinginan untuk selamat di akhirat kelak harus menjadi impian setiap orang yang beriman. Dan semestinya kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana menjadi salah satu penghuni surga melainkan juga memahami cara agar terhindar dari sentuhan api neraka. Oleh sebab itu, sementara motivasi untuk menggapai surga itu sangat penting, ikhtiar untuk menjauhkan diri dari siksa neraka pun harus diupayakan semaksimal mungkin. Di sinilah letak pentingnya bagi setiap Muslim untuk mengenali apa saja karakteristik dan sifat-sifat buruk para calon penghuni neraka yang telah diperingatkan dalam dalil syariat.

Lalu Nabi ‘alaihis shalatu wassalam menyebutkan sebagian sifat penghuni neraka.
Beliau bersabda: “Adapun penghuni neraka, ada lima golongan…”
[Golongan Pertama]
“Orang yang lemah”.
Yang dimaksud dengan “orang yang lemah,” adalah orang yang lemah agamanya.
Ia memiliki kelemahan dalam menjalankan agamanya.
“Orang yang tidak memiliki keteguhan”.
Sebagian ulama menafsirkan “tidak punya keteguhan” dengan makna orang yang tidak berakal.
Namun ini dapat disangkal, karena orang yang tidak berakal bukan mukallaf (tidak dibebani pelaksanaan syariat),
maka bagaimana bisa ia termasuk penghuni neraka?
Orang yang tidak mukallaf tidak dicatat amalnya (tidak dibebani syariat).
Sehingga makna yang benar dari sabda Nabi: “Orang yang tidak memiliki keteguhan,”
maksudnya, ia tidak memiliki keteguhan saat syahwat datang menghampirinya.
Ia tidak mampu menahan diri dari perbuatan keji, dan tidak menjauhkan diri dari hal yang haram.
Ia tidak memiliki keteguhan saat syahwat datang menghampirinya.
Sehingga ia tidak mampu menahan diri dari perbuatan keji, dan tidak menjauhkan diri dari hal yang haram.
Maksudnya, ia lakukan apa pun yang ia mau, tidak peduli halal dan haram.
Ia lakukan apa saja selagi kesempatan itu datang padanya.
Inilah makna sabda Nabi: “Orang yang tidak memiliki keteguhan”.
“Mereka hanyalah pengikut di tengah-tengah kalian.”
Mereka hanya mengekor saja.
“Mereka tidak berusaha mencari pasangan maupun harta yang halal.”
Maksudnya, mereka tidak menempuh jalan yang halal dengan menikah
dan tidak menahan dirinya dari yang haram.
Mereka juga tidak mencari penghasilan yang halal untuk menjaga diri dari harta haram.
Baginya, apa pun yang berhasil ia dapatkan itulah yang dianggap halal.
Inilah golongan pertama dari penghuni neraka.
[Golongan Kedua]
“Seorang pengkhianat, yang tidak ada sesuatu yang ia incar—meskipun kecil—melainkan ia akan berkhianat demi mendapatkannya.
Sifat khianat sudah mendarah daging padanya.
Tidak ada sesuatu apa pun yang diincarnya,
melainkan ia akan menempuh jalan khianat itu.
Ini menunjukkan betapa tenggelamnya ia dalam sifat khianat.
[Golongan Ketiga]
“Orang yang tidaklah ia berada di waktu pagi dan sore, melainkan selalu menipumu dalam urusan keluarga dan hartamu.”
Maksudnya, ia selalu mengincar keluarga dan hartamu.
Meskipun ia menampakkan diri sebagai orang yang amanah dan menjaga kehormatan.
Namun, nyatanya ia mengkhianatimu pada keluarga dan hartamu.
[Golongan Keempat]
Nabi juga menyebut orang yang pelit dan pendusta.
Orang yang pelit dan pendusta termasuk sifat penghuni neraka.
Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat ini adalah sifat yang tercela.
[Golongan Kelima]
“Orang yang buruk akhlaknya dan suka berkata kotor.”
Kata “Asy-Syinzhir” dijelaskan dengan sifat “Al-Fahhasy”, yaitu orang yang banyak berkata keji.
Maksudnya, orang yang buruk akhlaknya.
Ia buruk akhlaknya dan kotor tutur katanya.
Ia tidak berbicara kecuali dengan ucapan yang kotor dan akhlak yang buruk.
Inilah sifat-sifat penghuni neraka.

***

ثُمَّ ذَكَرَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ بَعْضَ أَوْصَافِ أَهْلِ النَّارِ
قَالَ وَأَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ
الْأَوَّلُ الضَّعِيفُ
الْمَقْصُودُ بِالضَّعِيفِ يَعْنِي الضَّعِيفَ فِي دِينِهِ
عِنْدَهُ رِقَّةٌ فِي الدِّيَانَةِ
الَّذِي لَا زَبْرَ لَهُ
وَمَعْنَى لَا زَبْرَ لَهُ فَسَّرَهُ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ بِمَا لَا عَقْلَ لَهُ
وَلَكِن اعْتُرِضَ عَلَى ذَلِكَ بِأَنَّ الَّذِي لَا عَقْلَ لَهُ غَيْرُ مُكَلَّفٍ
فَكَيْفَ يُجْعَلُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ
غَيْرُ الْمُكَلَّفِ مَرْفُوعٌ عَنْهُ الْقَلَمُ
وَلِذَلِكَ الْمَعْنَى الصَّحِيحُ فِي قَوْلِهِ لَا زَبْرَ لَهُ
يَعْنِي لَا تَمَاسُكَ لَهُ عِنْدَ مَجِيءِ الشَّهَوَاتِ
فَلَا يَرْتَدِعُ عَنْ فَاحِشَةٍ وَلَا يَتَوَرَّعُ عَنْ حَرَامٍ
لَا تَمَاسُكَ لَهُ عِنْدَ مَجِيءِ الشَّهَوَاتِ
فَلَا يَرْتَدِعُ عَنْ فَاحِشَةٍ وَلَا يَتَوَرَّعُ عَنْ حَرَامٍ
يَعْنِي يَفْعَلُ أَيَّ شَيْءٍ كَمَا يُقَالُ لَا يُحَلِّلُ وَلَا يُحَرِّمُ
يَفْعَلُ أَيَّ شَيْءٍ مَتَى مَا تَهَيَّأَ لَهُ
هَذَا مَعْنَى قَوْلِهِ لَا زَبْرَ لَهُ
الَّذِينَ هُمْ فِيكُمْ تَبَعًا
تَابِعُونَ
لَا يَبْتَغُونَ أَهْلًا وَلَا مَالًا
يَعْنِي لَا يَطْلُبُ الْحَلَالَ بِالزَّوَاجِ فَيَتَزَوَّجُ
وَيَكُفُّ نَفْسَهُ عَنِ الْحَرَامِ
وَلَا يَطْلُبُ مَالًا حَلَالًا يَكْتَسِبُ بِهِ وَيَكُفُّ نَفْسَهُ عَنِ الْحَرَامِ
بَلِ الْحَلَالُ عِنْدَهُ مَا حَلَّ بِيَدِهِ
فَهَذَا الصِّنْفُ الْأَوَّلُ مِنْ أَصْنَافِ أَهْلِ النَّارِ
الثَّانِي الْخَائِنُ الَّذِي لَا يَخْفَى لَهُ طَمَعٌ وَإِنْ دَقَّ إِلَّا خَانَهُ
الْخِيَانَةُ تَجْرِي فِي دَمِهِ
لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ مِمَّا يُطْمَعُ فِيهِ
إِلَّا وَسَلَكَ ذَلِكَ الطَّرِيقَ
إِشَارَةً لِلْإِغْرَاقِ فِي الْوَصْفِ بِالْخِيَانَةِ
الثَّالِثُ وَرَجُلٌ لَا يُصْبِحُ وَلَا يُمْسِي إِلَّا وَهُوَ يُخَادِعُكَ عَنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ
يَعْنِي يَطْمَعُ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ
مَعَ كَوْنِهِ يُظْهِرُ الْأَمَانَةَ وَالْعِفَّةَ
لَكِنَّهُ يَخُونُكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ
الرَّابِعُ قَالَ وَذَكَرَ الْبُخْلَ أَوِ الْكَذِبَ يَعْنِي الْبَخِيلُ الْكَذَّابُ
الْبَخِيلُ الْكَذَّابُ هَذَا يَعْنِي مِنْ صِفَاتِ أَهْلِ النَّارِ
وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ هَذِهِ الصِّفَاتِ صِفَاتٌ مَذْمُومَةٌ
الْخَامِسُ الشِّنْظِيرُ الْفَحَّاشُ
الشِّنْظِيرُ فَسَّرَهُ بِأَنَّهُ الْفَحَّاشُ
يَعْنِي سَيِّئُ الْخُلُقِ
فَهُوَ سَيِّئُ الْخُلُقِ وَذُو فُحْشٍ
لَا يَتَكَلَّمُ إِلَّا بِالْفُحْشِ مِنَ الْكَلَامِ وَسَيِّئِ الْأَخْلَاقِ
فَهَذِهِ مِنْ صِفَاتِ أَهْلِ النَّارِ

*

MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)