Materi: Pelajaran Penting Seputar Wudhu (Episode #1)
Pemateri: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.
Lokasi: Kantor Yufid.TV
Pada pelajaran kali ini, Ustadz Abduh menjelaskan tentang perkara penting yang harus diperhatikan dan diamalkan oleh setiap muslim dan muslimah berkaitan tentang ibadah wudhu. Semoga penjelasan beliau bermanfaat bagi kaum muslimin. Selamat menyimak.
YUFID TV
–http://yufid.tv
TRANSKRIP KAJIAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Kaum muslimin yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, atas berbagai macam nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini, ada pembahasan yang sangat penting, yang perlu setiap muslim ketahui, terutama hal ini berkenaan tentang ibadah mereka yaitu ibadah yang meraka rutin laksanakan setiap harinya. Yaitu yang berkaitan tentang ibadah wudhu.
Pada kesempatan kali ini, kita akan mengangkat sebuah tema yang dibahas oleh Ibnu Qoyyim dalam kitabnya ZadulMa’ad. Dan di sini kami ringkaskan dari pembahasan tersebut, yang isinya di sini adalah membahas mengenai tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana dalam tata cara yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim ini, nantinya akan dijelaskan mengenai kesalahan kesalahan yang sering dilakukan ditengah-tengah-tengah kaum muslimin di sebagian kaum muslimin dimana kita dapat mengatakan ini kesalahan karena tidak dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak berwudhu.
Baiklah kita akan lihat beberapa poin yang ada tentang hal ini, yaitu yang pertama di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berwudhu yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berwudhu untuk setiap kali shalatnya, namun terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu menggunakan satu wudhu untuk beberapa kali shalat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan satu kali wudhu untuk beberapa kali shalat.
Maksudnya di sini kaum muslimin sekalian yang selalu dirahmati oleh Allah Subhanu Wa Ta’ala, maksudnya di sini adalah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; misalnya dalam shalat maghrib dan shalat isya untuk satu wudhu, ini digunakan untuk dua kali shalat atau mungkin ketika ashar, magrib dan isya digunakan satu kali wudhu. Inilah yang disebutkan dalam riwayat muslim.
Kemudian di antaran petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga, terkadang pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu berwudhu dengan satu mud. Satu mud itu seukuran tangan penuh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwdhu dengan begitu hematnya dengan satu mud seukuran tangan penuh seperti ini.
Nah sekarang beliau berwudhu dengan satu mud kadang dengan 2/3nya dan terkadang juga lebih dari 2/3. Dan di sini dijelaskan oleh Ibnu Qayyim rahimahullah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu adalah orang yang paling hemat menggunakan air yaitu ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dan Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sudah mewanti-wanti umatnya, artinya memperingatkan keras kepada umatnya agar mereka itu tidak berlebih-lebihan ketika mereka itu berwudhu dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan memang betul nanti di tengah-tengah umatnya ada orang orang yang nantinya berlebih-lebihan artinya menggunakan air secara berlebih ketika mereka berwudhu. Inilah yang diriwayatkan Ahmad dan lainnya.
Artinya dalam penjelasan pertama ini, poin pertama ini, yakni dijelaskan dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu hemat dalam menggunakan air wudhu, beliau begitu hematnya ketika menggunakan air wudhu.
Kemudian dijelaskan lagi oleh Ibnu Qayyim rahimahullah dalam poin yang lainnya beliau menjelaskan bahwasannya yaitu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membasuh anggota-anggota wudhunya. Terdapat dalam hadis yang shahih terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu ketika membasuh setiap anggota wudhu satu kali satu kali kadang dua kali dua kali dan kadang tiga kali tiga kali. Namun cacatan penting di sini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang lainnya khusus untuk membasuh kepala yaitu khusus untuk megusap kepala dan telinga ini tidak lebih dari satu kali cuma sekali saja.
Namun ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu pada suatu keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu membasuh anggota-anggota wudhunya tadi ada yang dua kali, ada yang tiga kali, jadi tidak semuanya itu sama semunya, dua kali dua kali semuanya, atau tiga kali tiga kali semunya. Kadang sebagian anggota wudhu yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam basuh dua kali, ada juga sebagian anggota wudhu yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu basuh tiga kali, nah ini mengenai basuhan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu.
Kemudian dijelaskan lagi bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu berkumur-kumur dan memasukan air ke dalam hidung, yaitu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkumur-kumur dan memasukan air ke dalam hidung. Di sini dijelaskan bahwasannya ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu ketika berkumur-kumur dan memasukan air ke dalam hidung, terkadang dengan menggunakan satu kurvah yaitu menggunakan satu cidukan, kadang dengan dua cidukan, kadang dengan tiga cidukan, namun di sini kata Ibnu Qoyyim rahimahullah berdasarkan riwayat-riwayat shahih yang ada yaitu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berkumur-kumur dan memasukan air ke dalam hidung, beliau menyambungkan di antara keduanya. Jadi tidak dipisah antara berkumur-kumur ketika memasukan air ke dalam mulut dan memasukan air ke dalam hidung, ini tidak dipisah namun dengan menggunakan satu cidukan, ini langsung disambung sebagian air itu dimasukan ke dalam mulut sebagiannya untuk hidung. Jadi ga perlu diambil untuk mulut sendiri untuk, hidung sendiri. Inilah riwayat yang benar yang menjelaskan hal ini.
Kemudian dalam penjelasan lainnya lagi, tentang berkumur-kumur dan memasukan air ke dalam hidung bahwasannya ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu rutin ketika berwudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berkumur-kumur dan memasukan air ke dalam hidung. Artinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu tidak meninggalkannya, pokoknya ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu beliau selalu berkumur-kumur dan memasukan air ke dalam hidung dan tidak diketahui satu riwayat pun yang menyatakan bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan berkumur-kumur dan memasukan air ke dalam hidung ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu.