Bagaimana Seorang Muslim Menyikapi Perbedaan Pendapat

Ikhtilaf mesti terjadi, ia termasuk ketetapan Allah yang mesti berlaku dalam kehidupan ini. Ikhtilaf adalah perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat dalam Islam terbagi menjadi dua; perbedaan yang prinsipil, maka yang seperti tidak boleh terjadi. Seperti kesamaan aqidah dan manhaj bagi seseorang. Dan yang kedua perbedaan yang sifatnya cabang, seperti perbedaan dalam bab fiqih ibadah. Contoh perbedaan pendapat yang masih dalam taraf kebolehannya yakni sebagaimana disebut di muka, yakni ragam dalam memahami fiqih shalat; Contoh: Saat beranjak dari satu rakaat menuju rakaat berikutnya, maka seorang yang shalat bertumpu kepada telapak tangannya (lalu ada yang memahaminya dengan mengepalkan tangannya dan satu lagi dengan menghamparkan telapak tangannya).

Perbedaan pendapat dan argumen itu biasa terjadi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, bersikap lapang dada terhadap perbedaan pendapat ulama yang diikuti dalam merajihkan (menguatkan) suatu hukum tertentu. Sebab, berbeda pendapat … akan terus ada. Apalagi yang jelas prinsipil; yakni Aqidah. Seorang muslim yang bertauhid, sudah sepantasnya untuk tidak berbuat syirik. Jika ada yang menyelisihi dalam bab ini, maka penyelisihannya tidak dianggap. Dan dengan sebab ini terjadi perseteruan antara Rasulullah dan kaumnya, Rasulullah menyeru mereka untuk bertauhid, sedangkan kaum Quraisy saat itu justru memilih menyekutukan-Nya.

Sebagian dai kondang zaman now banyak didapati berkomentar, Ikhtilaf adalah rahmat. Maka pernyataan ini harus dirinci (didetailkan). Jika yang dimaksud dalam ranah fiqih, maka kita sepakat atas keluasan di dalamnya. Akan tetapi dalam hal pokok keyakinan, maka tidak benar jika dikatakan demikian. Seorang yang bertauhid, tidak akan meminta kepada orang yang telah mati, apalagi duduk bersimpuh beribadah di sisi orang yang telah wafat. Maka bagaimana akan bersatu, para penyembah Allah dengan para penyembah Kubur?!?

Perbedaan dalam Islam telah dijelaskan secara garis besarnya oleh pemateri, memungkinkan peserta jamaah pengajian dapat mengambil faidah saat menyikapi perbedaan Islam (baca: perbedaan pemahaman dalam memahami nash / dalil). Masuk dalam cakupan ini yaitu perbedaan syariah dan fiqih dalam hukum Islam.

Kadangkala kita jumpai adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama. Siapakah ulama? Mari kita lihat pengertian ulama secara umum, ulama adalah seorang yang berilmu dan ia menguasai kitabullah, sunnah Rasulullah, mengetahui atsar para sahabat, mengetahui tafsir Al Quran, mumpuni dalam mengambil hukum dalam suatu nash, dan hal-hal lain yang dikenal di kalangan penuntut ilmu.

Kembali ke tema, apa hikmah perbedaan dalam Islam? Pantaskah jika kita katakan bahwa perbedaan adalah rahmat dengan tanpa adanya upaya persatuan yang digariskan oleh Al Quran dan As Sunnah? Perbedaan itu indah saat semua yang berselisih mengembalikan perkaranya kepada Al Quran dan Al Hadits atas dasar pemahaman Sahabat Nabi Muhammad, sebab mereka adalah murid murid Rasulullah. Meski ringkas … Semoga bermanfaat sajian fiqih ikhtilaf ini. Barakallahu fikum.