Kajian Asmail Husna: Buah Manis Mengimani Al-Karim & Al-Akrom Bagian 2

Pada kajian terbaru ustadz Abdullah Zaen ini membahas point-point lanjutan buah manis mengimani Asmaul Husna Al Karim dan Al Akrom. Point 4 – 6.

4. Berlatih Menjadi Orang Dermawan

Karena kita merasakan kedermawanan Allah maka hendaknya kita mencontoh dan melatih diri untuk menjadi orang yang dermawan.

Setiap menolong makhluk hidup ada pahala. Dermawan tidak terbatas pada manusia saja.

Jika ingin mendapatkan kecintaan Allah maka jadilah orang-orang yang dermawan.

وَأَنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلۡقُواْ بِأَيۡدِيكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ وَأَحۡسِنُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

-Surat Al-Baqarah, Ayat 195

Sifat kedermawanan yang dicintai Allah berbeda dengan sifat boros. Boros atau mubadzir adalah dimana mengeluarkan harta dijalan yang tidak bermanfaat walaupun nominalnya sedikit.

Imam mujahid berkata,
Jika ada orang mengeluarkan uang 10.000 dirham untuk kebaikan maka tidak dianggap boros. Sebaliknya apabila ada yang mengeluarkan uang 1 dirham untuk bermaksiat maka termasuk orang yang boros.

Kedermawanan adalah sikap tengah antara boros dan pelit. Orang yang dermawan orang yang mudah mengeluarkan dana untuk jalan kebaikan.

HR Bukhori Rasulullah bersabda,
Jangan engkau menahan infak, sedekah. Jika engkau lakukan itu Allah akan tahan rizkimu.

HR Trimidzi,
Jangan berhitung apabila berbuat kebaikan karena nanti Allahpun akan perhitungan terhadap kita.

5. Selalu Berdoa Dan Berbaik Sangka Kepada Allah

Selalu meminta hajat yang dibutuhkan kepada Allah, sebesar apapun hajat tersebut.

Sekotor apapun diri kita dan sebanyak apapun maksiat kita jangan merasa malu untuk bersoa kepada Allah. karena salah satu jebakan setan kepada manusia adalah membisikan rasa putus asa. Karena merasa banyak dosa maka berputus asa berdoa kepada Allah.

Imam Ibnu Uyaiynah berkata,
jangan pernah sekali kali meninggalkan berdoa. Jangan sampai kondisi kalian yang banyak dosa menghalangi kalian banyak berdoa.

Dalil perkataan ibnu uyaiynah, apakah amda tidak ingat bajwa Allah pernah mengabulkan doanya iblis.

Al Hijr 36-37
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ

Ia (Iblis) berkata, “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.”

-Sura Al-Hijr, Ayah 36

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ

Allah berfirman, “(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan,

-Sura Al-Hijr, Ayah 37

Ketika Allah belum mengabulkan doa seorang mukmin justru itu adalah kedermawanan Allah. Karena justru bisa jadi ketika Allah mengabulkan doa orang yang beriman justru akan menghancurkan dunia dan akhiratnya.

6. Memahami ukuran kemulian dan kehinaan.

Jika memahami nama Allah Al-Karim dan Al-Akrom maka kita bisa mengukur kemuliaan seseorang.

Orang yang mulia disisi Allah adalah yang dikarunia keimanan dan hidayah, walaupun dia miskin.

Adapun orang hina disisi Allah adalah orang yang kafir , yang sering berbuat maksiat walaupun kaya dan terpandang di masyarakatnya.

Pemateri: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA
Lokasi: Masjid Manarul Ilmi Pondok Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga