Arti “Bukan Golongan Kami” (Laisa Minnaa) dalam Hadis Nabi – Syaikh Utsman al-Khamis #NasehatUlama

Setiap muslim tentu ingin mendapatkan kemuliaan bisa bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di surga kelak. Oleh sebab itu, hendaknya kita senantiasa berpegang teguh dengan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ada beberapa hadis yang di dalamnya memuat pernyataan “bukan golongan kami”. Apakah maksud dari pernyataan tersebut? Apakah itu berarti keluar dari Islam? Yuk simak nasihat Syaikh Utsman al-Khamis berikut ini.

Makna sabda Rasulullah, “…maka bukan termasuk golongan kami (LAISA MINNAA)”…
Bukan golongan kami (LAISA MINNAA) di sini maknanya seperti dalam sabda beliau, “Barangsiapa yang menipu kami, maka bukan golongan kami.”
Bukan golongan kami (LAISA MINNAA), artinya: “Tidak berada di atas jalan dan tuntunan kami.”
Dan yang dimaksud bukanlah menjadi kafir.
Namun yang dimaksud adalah ia telah melakukan dosa besar.
Melakukan dosa besar.
Ketika Rasul bersabda, “Maka ia bukan golongan kami (LAISA MINNAA)” yakni ia telah melakukan dosa besar.
Demikian.

***

وَقَوْلُهُ لَيْسَ مِنَّا
لَيْسَ مِنَّا مِثْلُ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
لَيْسَ مِنَّا أَيْ لَيْسَ عَلَى طَرِيقَتِنَا وَلَا عَلَى هَدْيِنَا
وَلَيْسَ الْمَقْصُودُ أَنَّهُ كَافِرٌ
وَلَكِنْ الْمَقْصُودُ لَيْسَ مِنَّا أَيْ اِرْتَكَبَ كَبِيرَةً
اِرْتَكَبَ كَبِيرَةً
عِنْدَمَا يَقُولُ لَيْسَ مِنَّا هَذَا دَلِيلٌ عَلَى أَنَّهُ جَاءَ بِكَبِيرَةٍ
نَعَمْ