Banyak orang yang ingin mendapatkan kehormatan di hadapan manusia. Padahal, hakikat kemuliaan bukan ada pada penilaian orang lain melainkan bagaimana kedudukan kita di sisi Allah subhanahu wata’alaa. Di antara golongan yang mulia adalah ash-Shiddiqin. Golongan ini bahkan disebutkan di dalam al-Qur’an surat an-Nisa ayat 69.
Penanya berkata: “Bagaimana seorang mukmin bisa termasuk dalam golongan para Ash-Shiddiqin?”
Derajat shiddiqiyyah adalah derajat tertinggi setelah kenabian.
Allah berfirman, “Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itu akan bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah sebaik-baik teman.” (QS. An-Nisa: 69).
Derajat paling utama adalah derajat kenabian, dan ini khusus untuk para nabi dan rasul. Setelahnya adalah derajat shiddiqiyyah.
Derajat shiddiqiyyah lebih tinggi daripada derajat kesyahidan. Seorang shiddiq lebih utama daripada seorang syahid. Setelah derajat shiddiqiyyah adalah derajat kesyahidan, lalu di bawahnya lagi adalah derajat orang-orang saleh.
Jadi, ada empat derajat: (1) derajat para nabi, (2) derajat para shiddiqin, (3) derajat para syuhada, dan (4) derajat orang-orang saleh.
Maka, derajat shiddiqiyyah adalah derajat yang bisa dicapai oleh siapa saja.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian.” (QS. Al-Hujurat: 13).
Bagaimana bisa mencapainya? Dengan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Jika ketakwaan kepada Allah sangat agung dalam dirinya, dan kejujurannya sangat besar, maka diharapkan ia bisa mencapai derajat ini.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai seorang shiddiq (yang sangat jujur).” (HR. Bukhari).
Siapa yang senantiasa berusaha jujur dalam perkataannya, jujur dalam perbuatannya, berusaha jujur dalam segala hal, dan ketakwaannya semakin besar, serta ia taat kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, maka diharapkan ia dapat meraih derajat ini.
Namun, secara umum, tidak ada yang mencapai derajat ini kecuali orang yang memiliki ilmu agama, karena orang yang memiliki ilmu agama lebih mengetahui dan lebih paham tentang hal-hal yang dicintai dan diridai Allah Ta‘ala.
Karena itu, Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata tentang wali-wali Allah, “Mereka itu adalah para ulama yang mengamalkan ilmunya. Jika para ulama yang mengamalkan ilmunya bukan wali Allah, maka siapa lagi yang menjadi wali-Nya?”
Maka, yang paling diharapkan dapat mencapai derajat shiddiqiyyah adalah para ulama yang mengamalkan ilmunya. Namun, sebagian ahli ibadah yang saleh juga mungkin bisa mencapai derajat ini, yaitu orang-orang jujur yang sungguh-sungguh dalam menjaga kejujuran.
Derajat ini adalah derajat yang tinggi dan agung. Sebagian ulama menyebutkan bahwa sebagaimana disebutkan dalam hadis: Allah Ta‘ala mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi, begitu juga bumi tidak akan memakan jasad para shiddiqin dan para syuhada, serta siapa saja dari orang saleh yang dikehendaki Allah.
Sebagai bentuk pemuliaan terhadap mereka, bumi tidak akan memakan jasad para shiddiqin dan para syuhada.
Jadi, derajat shiddiqiyyah adalah salah satu derajat yang paling mulia dan paling tinggi. Derajat shiddiqiyyah itu di bawah derajat kenabian.
***
هَذَا سَائِلٌ يَقُولُ: كَيْفَ يَكُونُ الْمُؤْمِنُ مِنَ الصِّدِّيقِينَ؟
دَرَجَةُ الصِّدِّيقيَّةِ هِيَ أَعْلَى دَرَجَةٍ بَعْدَ النُّبُوَّةِ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا﴾ [النساء: 69].
فَأَفْضَلُ الْمَرَاتِبِ مَرْتَبَةُ النُّبُوَّةِ، وَهَذِهِ خَاصَّةٌ بِالْأَنْبِيَاءِ وَالرُّسُلِ، يَلِيهَا مَرْتَبَةُ الصِّدِّيقيَّةِ.
مَرْتَبَةُ الصِّدِّيقيَّةِ أَعْلَى مِنْ مَرْتَبَةِ الشَّهَادَةِ، وَالصِّدِّيقُ أَفْضَلُ مِنَ الشَّهِيدِ. يَلِي مَرْتَبَةَ الصِّدِّيقيَّةِ مَرْتَبَةُ الشَّهَادَةِ، ثُمَّ مَرْتَبَةُ الصَّالِحِينَ.
إذًا هُنَاكَ أَرْبَعُ مَرَاتِبَ: (١) مَرْتَبَةُ النَّبِيِّينَ، (٢) مَرْتَبَةُ الصِّدِّيقِينَ، (٣) مَرْتَبَةُ الشُّهَدَاءِ، (٤) مَرْتَبَةُ الصَّالِحِينَ.
فَمَرْتَبَةُ الصِّدِّيقيَّةِ يُمْكِنُ أَنْ يَصِلَ إِلَيْهَا أَيُّ أَحَدٍ.
قَالَ تَعَالَى: ﴿إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ﴾ [الحجرات: 13].
وَكَيْفَ يَصِلُ إِلَيْهَا؟ يَصِلُ إِلَيْهَا بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ. إِذَا عَظُمَتِ التَّقْوَى وَكَثُرَ الصِّدْقُ، يُرْجَى أَنْ يَنَالَ هَذِهِ الدَّرَجَةَ.
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا» (رواه البخاري).
فَمَنْ يَتَحَرَّى الصِّدْقَ فِي أَقْوَالِهِ وَأَفْعَالِهِ وَكُلِّ أُمُورِهِ، وَتَعْظُمُ التَّقْوَى مِنْهُ، وَيَكُونُ مُطِيعًا لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ، مُمْتَثِلًا لِأَوَامِرِهِ مُجْتَنِبًا لِنَوَاهِيهِ، يُرْجَى أَنْ يَنَالَ هَذِهِ الدَّرَجَةَ.
وَلَكِنْ الْغَالِبُ أَنَّهُ لَا يَصِلُ إِلَيْهَا إِلَّا مَنْ كَانَ عِنْدَهُ عِلْمٌ شَرْعِيٌّ؛ لِأَنَّ الْعَالِمَ أَدْرَى بِمَحَابِّ اللَّهِ وَمَرْضَاتِهِ.
وَلِهَذَا قَالَ الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللهُ عَنْ أَوْلِيَاءِ اللَّهِ: «إِنَّهُمْ الْعُلَمَاءُ الْعَامِلُونَ، إِنْ لَمْ يَكُونُوا أَوْلِيَاءَ اللَّهِ فَمَنْ يَكُونُ؟».
فَأَقْرَبُ مَنْ يُرْجَى أَنْ يَنَالَ مَرْتَبَةَ الصِّدِّيقيَّةِ هُمُ الْعُلَمَاءُ الْعَامِلُونَ، وَلَكِنْ قَدْ يَصِلُ إِلَيْهَا بَعْضُ الْعُبَّادِ الصَّالِحِينَ الصَّادِقِينَ.
فَهَذِهِ مَرْتَبَةٌ عَلِيَّةٌ وَعَظِيمَةٌ. وَقَدْ ذَكَرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ، وَكَذَلِكَ أَجْسَادَ الصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ، وَمَنْ شَاءَ مِنَ الصَّالِحِينَ.
إِكْرَامًا لَهُمْ، لَا تَأْكُلُ الْأَرْضُ أَجْسَادَهُمْ.
فَدَرَجَةُ الصِّدِّيقيَّةِ هِيَ مِنْ أَجَلِّ وَأَعْلَى الْمَرَاتِبِ، وَهِيَ الَّتِي تَلِي دَرَجَةَ النُّبُوَّةِ.
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














