Emosi adalah luapan perasaan yang dimiliki oleh setiap orang. Ia berkembang dan surut dalam waktu yang relatif singkat. Emosi mempunyai beragam bentuk, salah satunya adalah marah. Meski menjadi bagian dari kepribadian, hendaknya tidak mengumbar nafsu amarah. Justru sebaliknya, kendalikanlah rasa marahmu! Dan jangan menjadi pemarah! Karena marah mengandung dampak negatif yang banyak serta sangat merusak. Menuruti nafsu amarah dapat meretakkan hubungan antarsesama, melukai hati, hingga memicu pertikaian dan pertumpahan darah. Bagaimana cara melatih diri mengendalikan marah? Yuk simak penjelasan berikut ini.

Ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku nasihat.”
Beliau bersabda, “Jangan marah!”
Laki-laki itu berkata lagi, “Berilah aku nasihat.” Beliau bersabda, “Jangan marah!”
Laki-laki itu berkata lagi, “Berilah aku nasihat.” Beliau bersabda, “Jangan marah!”
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa laki-laki itu berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku nasihat.” Nabi bersabda, “Jangan marah!” Lalu laki-laki itu pergi.
Kemudian laki-laki itu kembali, ingin mendapatkan nasihat yang baru.
Ia berkata, “Berilah aku nasihat.” Nabi bersabda, “Jangan marah!” Lalu ia pergi, kemudian kembali lagi dan berkata, “Berilah aku nasihat.” Nabi bersabda, “Jangan marah!”
Pengulangan nasihat ini menunjukkan betapa agung dan pentingnya nasihat tersebut.
Ini adalah pokok utama dalam adab: janganlah kamu marah!
Makna sebenarnya “jangan marah” adalah:
Latihlah dirimu untuk bersikap sabar!
Agar engkau menjadi pribadi yang penyabar.
Sabar merupakan sifat yang dapat dilatih.
Sebagian orang berkata, “Wahai saudaraku, aku ini buruk karena mudah marah.”
Kau bisa melatih dirimu hingga menjadi orang yang penyabar.
Sesungguhnya sifat sabar diperoleh dengan membiasakan diri bersabar.
Latihlah dirimu untuk tidak marah, maka level amarahmu akan semakin berkurang.
Namun jika kau tidak mampu mengendalikan dirimu,
maka janganlah kau mengambil keputusan atau berkata-kata saat sedang marah.
Seorang ulama salaf berkata dengan kalimat yang indah:
“Sesungguhnya amarahku ada di sepatuku.”
“Jika aku marah, aku memakai sepatuku, lalu keluar rumah.”
Apa maksud kalimat ini?
Ia berkata, “Aku manusia yang bisa marah, tetapi amarahku aku letakkan di sepatuku.”
“Begitu aku marah, aku langsung memakai sepatu, lalu keluar rumah.”
Agar ia tidak melampiaskan amarahnya.
Seandainya setiap orang melakukan hal ini, niscaya ia akan hidup dengan bahagia.
Betapa sering kemarahan memecah rumah tangga yang bahagia?
Betapa sering amarah menimbulkan penyesalan! Bahkan sebagian orang Arab berkata, “Tak ada yang menyesal kecuali orang yang pemarah.”
Tak ada yang menyesal kecuali orang pemarah. Orang yang mudah marah seringkali menyesal.
Karena itu, sepatutnya seseorang berusaha memperbaiki dirinya dalam hal ini.

***

أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي
قَالَ لَا تَغْضَبْ
قَالَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ
قَالَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ
وَجَاءَ فِي بَعْضِ الرِّوَايَاتِ أَنَّهُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَخَرَجَ
ثُمَّ رَجَعَ يُرِيدُ فَائِدَةً جَدِيدَةً
قَالَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَخَرَجَ ثُمَّ رَجَعَ قَالَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ
وَتِكْرَارُ هَذِهِ الْوَصِيَّةِ يَدُلُّ عَلَى عِظَمِهَا وَعِظَمِ شَأْنِهَا
وَهَذَا أَصْلٌ فِي الْأَدَبِ أَلَّا تَغْضَبَ
وَمَعْنَى لَا تَغْضَبْ عَلَى التَّحْقِيقِ:
دَرِّبْ نَفْسَكَ عَلَى الْحِلْمِ
أَنْ تَكُونَ حَلِيمًا
وَالْحِلْمُ صِفَةٌ تُكْتَسَبُ
بَعْضُ النَّاسِ تَقُولُ قَالَ يَا أَخِي أَنَا سُوْءٌ لِأَنِّي غَضُوبٌ
تَسْتَطِيعُ أَنْ تُدَرِّبَ نَفْسَكَ حَتَّى تُصْبِحَ حَلِيمًا
إِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ
دَرِّبْ نَفْسَكَ عَلَى أَلَّا تَغْضَبَ سَتَقِلُّ دَرَجَةُ الْغَضَبِ عِنْدَكَ
فَإِنْ لَمْ تَمْلِكْ نَفْسَكَ
فَلَا تُصْدِرْ قَرَارًا وَلَا كَلَامًا وَأَنْتَ غَاضِبٌ
بَعْضُ السَّلَفِ قَالَ جُمْلَةً جَمِيلَةً:
قَالَ إِنَّمَا غَضَبِي عِنْدَ حِذَائِي
إِذَا غَضِبْتُ لَبِسْتُهَا وَخَرَجْتُ
مَا مَعْنَى هَذِهِ الْجُمْلَةِ؟
يَقُولُ أَنَا إِنْسَانٌ أَغْضَبُ لَكِنْ غَضَبِي عِنْدَ حِذَائِي
مُجَرَّدُ مَا أَغْضَبُ لَبِسْتُ حِذَائِي وَخَرَجْتُ مِنَ الْبَيْتِ
حَتَّى لَا يُنْفِذَ الْغَضَبَ
وَلَوْ أَنَّ الْإِنْسَانَ فَعَلَ هَذَا لَعَاشَ حَيَاةً طَيِّبَةً
كَمْ كَسَرَ الْغَضَبُ مِنْ بُيُوتٍ طَيِّبَةٍ؟
وَكَمْ أَدَّى إِلَى نَدَمٍ؟ بَلْ بَعْضُ الْعَرَبِ يَقُولُونَ لَا يَنْدَمُ إِلَّا غَضُوبٌ
لَا يَنْدَمُ إِلَّا غَضُوبٌ الْإِنْسَانُ الْغَضُوبُ كَثِيرُ النَّدَمِ
وَلِذَلِكَ يَنْبَغِي عَلَى الْإِنْسَانِ أَنْ يُعَالِجَ نَفْسَهُ فِي هَذَا الْبَابِ

*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!

INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:

Laporan Produksi

Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/

Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:

BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451

Paypal: [email protected]

NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:

YUFID.TV:
/ @yufid
( / @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
( / @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids

YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook: / yufid.tv
Instagram: / yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv

AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud: / kajiannet

YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)