Menyadari bahwa umur kita di dunia sangat terbatas adalah langkah awal menuju kecermatan dalam beramal. Di tengah melimpahnya pintu-pintu kebaikan, seorang muslim yang cerdas tidak sekadar sibuk mengumpulkan amalan sebanyak mungkin. Akan tetapi, selayaknya ia juga memahami amalan-amalan yang secara kedudukan memiliki prioritas untuk didahulukan.
Sesungguhnya, di antara amal ada yang memiliki keistimewaan khusus dalam memberatkan timbangan.
Karena itu, orang-orang yang cerdas dan berakal semestinya benar-benar memperhatikan amalan-amalan ini, dan bersungguh-sungguh untuk meraihnya.
Sebab, akhir keadaanmu, wahai hamba Allah, pada hari kiamat — apakah mendapat nikmat atau azab —
bergantung pada hasilmu di tempat yang agung ini, yaitu saat amal ditimbang.
“Adapun orang yang berat timbangan kebaikannya, maka ia berada dalam kehidupan yang menyenangkan. Adapun orang yang ringan timbangan kebaikannya, maka tempat kembalinya adalah Hawiyah.” (QS. Al-Qari’ah: 6–9)
Maka bersemangatlah, bersemangatlah. Bersungguh-sungguhlah dalam meraih amal saleh, terutama amalan yang paling memberatkan timbangan.
Sebab, siapa tahu? Bisa jadi satu kebaikan saja menjadi sebab keselamatanmu pada hari kiamat.
[PERTAMA]
Saya ulangi. Di antara kebaikan itu adalah kalimat tauhid (La ilaha illallah), yang diucapkan seorang hamba dengan ilmu, keyakinan, dan keikhlasan.
Betapa beratnya kalimat itu dalam timbangan seorang hamba. Bahkan, tidak ada sesuatu pun yang lebih berat darinya, sebagaimana ditunjukkan oleh hadis bithaqah yang masyhur.
[KEDUA]
Demikian pula ucapan “Alhamdulillah” yang diucapkan dengan lisan yang selaras dengan hati.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, sebagaimana dalam Shahih Muslim, “Alhamdulillah memenuhi timbangan.” (HR. Muslim).
[KETIGA]
Yang ketiga: akhlak mulia.
Sungguh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang hamba pada hari kiamat daripada akhlak yang mulia.” (Lihat HR. Abu Dawud no. 4799, dengan perbedaan lafaz).
[KEEMPAT]
Di antaranya juga, hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Sungguh menakjubkan lima perkara ini. Betapa beratnya dalam timbangan:
Subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, dan Allahu akbar.
Serta anak saleh yang meninggal dunia, lalu ayahnya bersabar dan mengharap pahala.” (Lihat HR. An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra no. 9923; HR. Ahmad no. 15662, dengan perbedaan lafaz).
Ini termasuk perkara-perkara agung yang dengannya timbangan seorang hamba menjadi berat pada hari kiamat.
Maka carilah amalan-amalan itu, wahai orang yang diberi taufik. Dan bersemangatlah untuk mengamalkannya.
***
فَأَنَّ مِنَ الْأَعْمَالِ مَا لَهُ مَزِيدُ اخْتِصَاصٍ بِثِقَلِ الْمِيزَانِ
وَيَنْبَغِي عَلَى الْفُطَنَاءِ وَالْأَذْكِيَاءِ أَنْ يَحْرِصُوا عَلَى هَذِهِ الْأَعْمَالِ، وَأَنْ يَجْتَهِدُوا فِي تَحْصِيلِهَا
فَإِنَّ نَتِيجَتَكَ يَا عَبْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حَيْثُ النَّعِيمُ أَوِ الْعَذَابُ
بِحَسَبِ نَتِيجَتِكَ فِي هَذَا الْمَقَامِ الْعَظِيمِ، وَهُوَ الْوَزْنُ
فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ، وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
فَالْحِرْصَ الْحِرْصَ، وَالِاجْتِهَادَ الِاجْتِهَادَ فِي تَحْصِيلِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ، وَلَا سِيَّمَا مَا يَثْقُلُ بِهِ الْمِيزَانُ أَكْثَرَ
فَمَا يُدْرِيكَ؟ لَرُبَّمَا كَانَتْ حَسَنَةٌ وَاحِدَةٌ سَبَبًا لِنَجَاتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
أَعُودُ فَأَقُولُ: مِنْ تِلْكَ الْحَسَنَاتِ كَلِمَةُ التَّوْحِيدِ الَّتِي يَقُولُهَا الْعَبْدُ عَنْ عِلْمٍ وَيَقِينٍ وَإِخْلَاصٍ
فَمَا أَثْقَلَهَا فِي مِيزَانِ الْعَبْدِ، بَلْ لَا شَيْءَ أَثْقَلُ مِنْهَا، كَمَا دَلَّ عَلَى هَذَا حَدِيثُ الْبِطَاقَةِ الْمَشْهُورُ
كَذَلِكَ قَوْلُ: الْحَمْدُ لِلهِ، قَوْلًا يَتَوَاطَأُ فِيهِ اللِّسَانُ مَعَ الْقَلْبِ
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا عِنْدَ مُسْلِمٍ: وَالْحَمْدُ لِلهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ
الثَّالِثُ: حُسْنُ الْخُلُقِ
فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ
وَمِنْ ذَلِكَ أَيْضًا مَا أَخْرَجَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ فِي مُسْنَدِهِ مِنْ قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بَخٍ بَخٍ لَخَمْسٌ، مَا أَثْقَلَهُنَّ فِي الْمِيزَانِ
سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ
وَالْوَلَدُ الصَّالِحُ يَمُوتُ، فَيَحْتَسِبُهُ وَالِدُهُ
هَذِهِ مِنَ الْأُمُورِ الْعَظِيمَةِ الَّتِي يَثْقُلُ بِهَا مِيزَانُ الْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
فَتَتَبَّعْهَا يَا أَيُّهَا الْمُوَفَّقُ، وَاحْرِصْ عَلَى الْعَمَلِ بِهَا
*
MASIH CARI ARTIKEL ISLAM DI GOOGLE?
Yuk, cari di Yufid.com (Islamic Search Engine) saja. Insya Allah LEBIH menenangkan hati!
INFO LENGKAP TENTANG PRODUKTIVITAS TIM YUFID:
Profil Yufid:
https://yufid.org/profil-yufid-network/
Donasi Dakwah untuk Operasional Yufid:
https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/
(https://yufid.org/donasi-untuk-yufid/)
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE:
BANK SYARIAH INDONESIA
7086882242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
Kode BSI: 451
Paypal: [email protected]
NB:
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.
3 CHANNEL YUFID DI YOUTUBE:
YUFID.TV:
/ @yufid
(
/ @yufid )
YUFID EDU:
/ @yufidedu
(
/ @yufidedu )
YUFID KIDS:
/ @yufidkids
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook:
/ yufid.tv
Instagram:
/ yufid.tv
Telegram: https://telegram.me/yufidtv
AUDIO KAJIAN
Website: https://kajian.net
Soundcloud:
/ kajiannet
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store: http://yufidstore.com
(Seluruh keuntungan YufidStore.com digunakan untuk operasional dakwah Yufid)














