Manajemen Waktu – Ustadz dr. Raehanul Bahraen – 5 Menit yang Menginspirasi

Mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat menjadikan hidup Anda selangkah lebih baik dari sebelumnya. Auto manajemen waktu kata orang sich … Manajemen waktu dalam Islam secara umum telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana beliau mengisi waktu luang nya dalam seluruh lini kehidupan. Waktu luang adalah rentang waktu di antara waktu produktif bagi seseorang. Barangsiapa yang tidak tertipu dengan waktu luangnya, maka ia berhak mendapat pujian.

Ingat lima perkara sebelum lima perkara merupakan kaidah dasar dalam manajemen waktu. Tahukah Anda bahwa mengisi waktu luang dalam Islam termasuk perkara yang dianjurkan? Pemuda Islam yang baik ialah yang mampu mengolah waktunya menjadi bermanfaat. Salah satu cara memanfaatkan waktu ialah dengan menyusun skala prioritas; belajar 2 jam, bekerja 4 jam, membantu orang tua 2 jam, bercengkrama dengan keluarga 2 jam, dan seterusnya. Ini hanya permisalan saja.

Selalu nampak di pelupuk mata tentang hadits jaga lima perkara, yang mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, kayamu sebelum datang miskinmu, kesempatanmu sebelum datang masa sempitmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu.” Semoga hadits tersebut menjadi pengingat kita saat mendapati waktu luang.

Pemuda hijrah yang dimaksud dalam tema kita, bukan semata yang berubah penampilannya; dahulu isbal, sekarang tidak … dulu nggak pake jilbab, sekarang jilbaban … Meski hal itu sesuai sunnah, tentu ada upaya lain dalam mengupgrade iman kita yakni dengan cara menambah ilmu agama. Jika sudah demikian, maka layak jika dikatakan ialah pemuda Islam ideal! Waktu dalam Islam sangat diperhatikan sekali. Oleh sebab itu, disiplin waktu dalam Islam telah terorganisir secara rapi, bagi mereka yang mau memikirkannya. Sekiranya pertanyaan-pertanyaan berikut ini mampu menjadi clue yang menarik: (contoh manajemen waktu)

Mengapa harus bangun di sepertiga malam terakhir?
Mengapa shalat sunnah Fajar pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya?
Mengapa Allah turunkan keberkahan di pagi hari?
Mengapa Rasulullah mensyariatkan Qailulah (tidur siang)?
Mengapa harus membaca dzikir pagi dan petang?
dan seterusnya dari sekian waktu yang membersamai kita … Demikianlah hakikat waktu dalam Islam, siapa yang memenejnya dengan baik, kelak ia akan menuai keberkahan!

Sedikit disinggung di sini biografi Imam Nawawi sebagai pemompa semangat; kisah hidup yang produktif; yang mana diisi dengan menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu. Kali ini Ustadz dr Raehanul Bahraen masih mengulas soal tanggung jawab seorang pemuda. Tanggung jawab adalah suatu hal yang harus dipegang dan dilaksanakan, bukan sekedar menanggung tapi tidak mau menjawab (it’s jokes yach) … Back to tema nih, mari kita lebih bisa menghargai pentingnya waktu, waktu tidak akan kembali, yang ada sekarang dan esok. Waktu adalah uang menurut hamba Dinar, sedangkan kita tentunya lebih mampu untuk mengonsep usia produktif ini dengan sesuatu yang membuatmu bangga di akhirat!